Musik Solawat di Kubah Masjid Galvalum Ambon Maluku

Musik Solawat di Kubah Masjid Galvalum Ambon Maluku

Musik Solawat di Kubah Masjid Galvalum Ambon Maluku

Kini bapak Mahmud melanjutkan ceritanya tentang perkembangan islam di tangan turki usmani. Mendengar cerita mengenai turki usmani dari bapak Mahmud membuatku dan teman teman terkagum kagum. Bagaimana tidak selain membangung Kubah Masjid Galvalum turki usmani juga sangat memperhatikan kehidupan masyarakat pada masa itu.
Dalam bagian keagamaan, Usmani begitu memerhatikan kehidupan keagamaan dimasyarakat. Terutama dalam beberapa segi sosial keagamaan serta proses hukum-hukum Agama. Kekhalifahan ini lebih bercorak keagamaan, hingga ia sendiri begitu terikat dengan syari’at hingga fatwa ulama jadi hukum yang berlaku. Ulama jadi begitu perlu, terutama saat masa-masa kejayaan Usmani. Dari bagian Kubah Masjid Galvalum beberapa pengetahuan Agama, sesungguhnya kurang berkembang, malah demikian sebaliknya, kehidupan bermadzhab lebih menonjol jadi satu diantara tanda kalau orang-orang terasa cukup hanya beberapa pengetahuan agama yang sempat dibuat oleh beberapa ulama terdahulu dimasa Bani Abbas. Dalam menggerakkan pengetahuan pemerintahan, pemimpin turki Usmani memakai dua titel sekalian yakni khalifah serta sultan. Khalifah jadi lambang penguasa dunia serta khalifah juga symbol jadi penguasa spritual (agama). Dengan praktis, pemimpin turki Usmani mempunyai dua pembantu utama
Kerajaan turki utsmani adalah kerajaan yang di pimpin oleh 40 sultan. Pada era pertengahan memanglah masa yang paling bersejarah untuk bangsa Kubah Masjid Galvalum arab, bahkan juga kemunduran untuk bangsa barat, dalam sisi pandang kerajaan, kekuasaan lokasi yaitu yang terutama. Turki utsmani yang memimpin sepanjang lebih kurang 6 era memberi bukti kejayaannya hingga ke Eropa, walau demikian dari stagnanisasi bangsa utsmani mereka lebih memajukan kemiliteran mereka daripada pendidikannya, untuk mereka kemiliterannya yaitu satu hal yang terutama yang perlu dipunyai oleh seseorang pemimin, dengan tujuan penalukan konstantinopel, buat mereka jadi semangat untuk jadikan kerajaan turki utsmani jadi symbol kejayaan islam.
Penyimpangan tujuan mereka ini buat terlena dengan keluasan lokasi hingga buat mereka meninggalkan perubahan pendidikan mereka. Berlainan dengan bangsa Eropa yang sudah mengugguli mereka, Kubah Masjid Galvalum kemunduran kerajaan turki utsmani ini tampak dari sisi bagian lokasi yang dikuasai oleh turki utsmani ini mulai tergerak menginginkan mengubah hidupnya jadi yang tambah baik serta keluar memahami kapitalisme perorangan hingga beberapa mereka menginginkan melepas diri. Nampaknya dampak barat mulai memperoleh hasil dengan kekurangan kerajaan turki ini, serta terlahir bebrapa memahami yang menginginkan membebaskan, hingga memahami turki sendiri tidak bisa menghambat mereka.
Histori etimologis, pengertian histori bisa dikilas balik dari asal kata histori yang seringkali disebutkan datang dari kata Arab “syajarah”, berarti “pohon kehidupan”. Kata histori dalam ilmu dan pengetahuan Kubah Masjid Galvalum sebenarnya datang dari bhs Yunani “istoria”, yang bermakna pengetahuan mengenai beberapa gejala alam, terutama manusia yang berbentuk urutan. Oleh karenanya, histori dalam pespektif ilmu dan pengetahuan jadi terbatas cuma tentang kesibukan manusia yang terkait dengan beberapa peristiwa spesifik (unik) yang tersusun dengan urutan. Arti histori, paling sedikit dapat merujuk pada dua rencana terpisah. Histori yang tersusun dari rangkaian momen masa lalu, keseluruhnya pengalaman manusia. Rencana histori ini memberi pemahaman juga akan makna objektif mengenai masa lalu, serta sebaiknya dipahami Kubah Masjid Galvalum jadi satu aktualitas atau jadi momen tersebut.