Macam Alat Kesehatan Laboratorium Medis di Rumah Sakit

Laboratorium merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk berbagai macam keperluan penelitian atau observasi dan pemeriksaan. Tidak hanya di sekolah dan perguruan tinggi serta bidan lain, di lingkungan medis juga sangat membutuhkan laboratorium beserta dengan perangkat penunjang di dalamnya. Di Rumah Sakit, laboratorium sangat penting karena semua sumber informasi terkait dengan diagnosis penyakit pasien dihasilkan dari sini.

Nah sekarang tahukah anda, apa saja alat – alat yang berada di dalam laboratorium medis di Rumah Sakit dan Klinik ? Berikut penjelasan singkat mengenai macam dan contoh alat – alat kesehatan yang berada di Laboratorium medis rumah sakit dan klinik.

1. Mikroskop

Alat ini tidak hanya berada di laboratorium biologi dan kimia, mikroskop juga dibutuhkan dan ada di laboratorium klinik dan medis rumah sakit. Mikroskop sebagaimana anda tahu, adalah alat optik yang berfungsi untuk melihat benda – benda yang sangat kecil yang tidak bisa kita lihat dengan mata secara langsung.

2. Chemistry Analyzer

┬áTerkdang dokter membutuhkan sebuah analisa kimia darah untuk melihat kandungan unsur – unsur kimia yang terdapat dalam darah pasien. Seperti kolesterol, glukosa, lipid dan sejenisnya. Untuk menganalisa unsur kimia tersebut, dibutuhkan sebuah alat yang sering disebut dengan istilah Photometer atau Chemistry Analyzer. Harga Chemistry Analyzer di Indonesia cukup mahal, namun apabila dibandingkan dengan keuntungan yang akan didapat, saya kira sebanding.

3. Centrifuge

Salah satu alat penunjang laboratorium yang cukup penting adalah alat ini. Alat ini juga yang digunakan bersamaan dengan alat Chemistry Analyzer. Mengapa demikian ? Karena alat Chemistry analyzer bekerja dengan menganalisa serum darah bukan dari darah segar. Sehingga perlu dilakukan pemisahan, utuk melakukan pemisahan antara serum dan plasma maka digunakan alat centrifuge ini.

4. Mikropipet

Pipet pada dasarnya adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu untuk dipindahkan ke dalam wadah yang lain atau ke dalam tabung reaksi untuk direaksikan dengan zat – zat lainnya. Namun pipet manual sangat tidak akurat baik secara ukuran maupun kuantitasnya. Oleh karena itu dibutuhkan mikropipet yang didesain dengan ukuran tertentu untuk menghasilkan campuran dengan nilai yang akurat.